Biro Keuangan dan Umum Universitas Tadulako mengikuti kegiatan Sosialisasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dengan tema “Penguatan Keterbukaan Informasi Publik Melalui Optimalisasi Peran PPID di Lingkungan Universitas Tadulako” yang diselenggarakan pada Rabu, 15 Juli 2026 di Aula Baru Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Tadulako dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, meliputi Ketua dan Sekretaris Senat Akademik, Ketua dan Sekretaris Dewan Pertimbangan, para Wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris Satuan Pengawas Internal (SPI), Kepala dan Sekretaris Lembaga, Dekan dan Wakil Dekan, Direktur dan Wakil Direktur, Direktur RSU Tadulako, Kepala Biro, Kepala UPA, Kepala Bagian, Kepala Subbagian, Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, serta operator website fakultas dan unit di lingkungan Universitas Tadulako.
Pada kesempatan tersebut, Bapak Gede Narayan, S.E., M.Si., selaku Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI, menyampaikan materi “Penguatan Tata Kelola Pelayanan Informasi Publik di Universitas Tadulako”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan partisipatif sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Beliau juga menjelaskan bahwa tujuan keterbukaan informasi publik sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 adalah mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik, mewujudkan good governance, meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, serta mendukung pengembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai tugas dan fungsi PPID berdasarkan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021 sebagai pedoman dalam penyelenggaraan layanan informasi publik.
Dalam sesi penyampaian materi, Bapak Gede Narayan menekankan bahwa membangun budaya keterbukaan informasi publik harus dimulai dari komitmen setiap individu. Beliau menyampaikan bahwa transparansi harus dimulai dari diri sendiri dan bahwa keterbukaan informasi publik bukan hanya sebatas slogan atau kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. Beliau juga menegaskan bahwa parameter utama good governance adalah transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat, yang harus menjadi landasan bagi setiap badan publik dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh peserta, khususnya pengelola PPID dan operator website di lingkungan Universitas Tadulako, dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya keterbukaan informasi publik serta mengoptimalkan pengelolaan informasi dan dokumentasi pada masing-masing unit kerja. Dengan demikian, pelayanan informasi kepada sivitas akademika maupun masyarakat dapat terlaksana secara lebih cepat, akurat, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.